Showing posts with label E. News. Show all posts
Showing posts with label E. News. Show all posts

Friday, June 10, 2016

Komunitas Organik Indonesia Buka Pasar Petani Organik di Sumsel

Oleh INGKI RINALDI
23 November 2015 16:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS — Komunitas Organik Indonesia (KOI) membuka akses bagi sebagian petani organik di Sumatera Selatan. Pendiri KOI, Christopher Emille Jayanata, Senin (23/11), mengatakan bahwa para petani itu akan masuk ke dalam jaringan KOI yang terdiri dari pengusaha pangan dan produk-produk organik.(kanan/baju putih) 

"Para petani tersebut berasal dari empat desa dari dua kabupaten, yakni Lahat dan Banyuasin," kata Emille.

Ini termasuk membuka kemungkinan para petani tergabung dalam Koperasi Produk Sehat Indonesia (Kopsi) yang bakal melakukan pembimbingan, pemilahan, dan pemilihan produk-produk yang berkualitas agar dapat dipasarkan ke lingkungan sekitar, termasuk ke pusat keramaian terdekat, yakni kawasan Kecamatan Pendopo di Kabupaten Lintang Empat Lawang, Sumatera Selatan.

Selain itu, terbuka pula kemungkinan untuk menyertakan para petani tersebut berikut produk-produk yang mereka hasilkan ke sejumlah ajang, seperti Organic, Green and Healthy (OGH) Expo VI pada Oktober 2016. Sebagian pusat belanja di Palembang juga direncanakan bakal menjadi pasar untuk aneka produk organik para petani tersebut. Hal ini penting dilakukan agar produk pangan organik yang dihasilkan dapat berkelanjutan. Gerakan dan praktik pertanian organik dikenalkan di wilayah itu sejak 2008.


Menurut Emille, praktik pertanian organik di empat desa tersebut salah satunya dimulai dari inisiasi program tanggung jawab sosial perusahaan MedcoEnergi. Program itu dikembangkan bersama seorang tokoh pertanian organik, Ir Alik, sejumlah program dan organisasi seperti Ikatan Petani Pengelola Alam Lestari lewat Program Pertanian Berkelanjutan Ramah Lingkungan.

Selain itu, dilakukan Budidaya Karet Organik (Bukor). Dalam praktiknya, budidaya ini menggunakan mikro organisme lokal, bukan pupuk kimia, pembasmi gulma kimia, fungisida, maupun pestisida.

Yang juga dilakukan selama ini adalah praktik pertanian dengan konsep System Rice Intensification (SRI) yang intinya berisikan ajaran bahwa semua makhluk di sekitar lokasi pertanian bakal menjaga hasil pertanian tersebut. Dalam pemahaman lain terkait dengan praktik konsep pertanian berkelanjutan dan terintegrasi itu, para petani memaknai SRI sebagai konsep Sabar, Ridho, Ikhlas.

Sumber
http://print.kompas.com/baca/2015/11/23/Komunitas-Organik-Indonesia-Buka-Pasar-Petani-Orga

Thursday, June 9, 2016

Petani di Bogor Dapat Insentif dari Pemkot Jika Pertahankan Lahan

Petani di Bogor Dapat Insentif dari Pemkot Jika Pertahankan Lahan
pada 29 Okt 2015, 19:30 WIB
Liputan6


LAHAN PERTANIAN DI KOTA BOGOR, JAWA BARAT, DALAM BEBERAPA TAHUN TERAKHIR TERUS MENYUSUT. HIJAUNYA TANAMAN PADI DIGANTIKAN DENGAN TEMBOK BETON PERUMAHAN, PERTOKOAN DAN PUSAT PERBELANJAAN.


GUNA MENGANTISIPASI MAKIN BERKURANGNYA LAHAN PERTANIAN YANG ADA, PEMERINTAH SETEMPAT MENYIAPKAN INSENTIF BAGI PETANI YANG MEMPERTAHANKAN LAHANNYA.


"JIKA PARA PEMILIK LAHAN PERTANIAN MAU BERKOMITMEN TIDAK MENGUBAH FUNGSI LAHANNYA. MAKA AKAN DAPAT INSENTIF," JELAS WAWAN DARWAN KEPALA BIDANG TANAMAN PANGAN DAN HOLTIKULTURA DINAS PERTANIAN KOTA BOGOR, KAMIS (29/10/2015).

INSENTIF TERSEBUT, KATA DIA, HANYA AKAN DIBERIKAN KEPADA PETANI PEMILIK LAHAN YANG BERKOMITMEN MENJAGA LAHAN PERTANIANNYA YANG TIDAK BERUBAH FUNGSI.
"INI BERUPA BANTUAN BERUPA KERINGANAN PAJAK, PUPUK, DAN BANTUAN ALAT PERTANIAN," JELAS WAWAN.

MENURUT DIA, PEMBERIAN INSENTIF BAGI PETANI ITU SEBAGAI UPAYA PEMKOT BOGOR UNTUK MENJAGA LAHAN PERTANIAN YANG MASIH TERSISA DI KOTA HUJAN. SEBAB, REALITA YANG ADA SAAT INI, BANYAK LAHAN PERTANIAN JADI PERUMAHAN, PERTOKOAN DAN PUSAT PERBELANJAAN.

Tuesday, May 31, 2016

Petani Harus seperti Pemain Bola Tanpa Cadangan

Senin, 7 Desember 2015 - 11:09 wib
Menteri Amran: Petani Harus seperti Pemain Bola Tanpa Cadangan


JAKARTA - Kementerian Pertanian tengah melakukan pencanangan gerakan pemberdayaan petani terpadu. Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan tanam serempak.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, kegiatan ini dilakukan guna menekan cadangan impor beras yang telah dilakukan Perusahaan Umum Badan Logistik (Perum Bulog) tidak keluar.
Dirinya mengibaratkan hal ini sebagai tim sepak bola, di mana pemain inti yaitu para petani Indonesia harus bermain baik dan terus meningkatkan produksi. Artinya, jika pemain inti bermain baik, pemain cadangan (beras hasil impor) pun tidak akan dikeluarkan.
Sebagai informasi, November lalu Perum Bulog datangkan 227 ribu Ton beras asal Vietnam. Dengan izin yang didapat sebanyak 1 juta impor beras. Dimana dengan beras impor tersebut, Bulog dapat memperkuat stoknya, dalam menghadapi paceklik yang diperkirakan bakal terjadi di awal 2016.

Opsi impor berarti tidak cinta petani nasional. Impor itu kan hanya opsi cadangan. Jadi semua itu tergantung pemain inti kita yaitu seluruh seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang ada di tempat ini. Mau enggak pemain cadangan (beras impor) itu turun, ujar Amran, di Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Tangerang, Senin (7/12/2015).

Amran menambahkan, melalui kegiatan gerakan tanam serempak yang dilakukan Desember 2015 dan dilakukan dari Sabang sampai Merauke, maka akan ada tambahan 3,5 juta hektar luas tanam padi di luar sanding crops yang telah dilakukan pada Oktober sebanyak 3,78 juta hektar luas tanam padi.
Artinya akan terjadi puncak panen sekira Maret 2015. Dengan jumlah itu, tidak mungkin cadangan impor akan keluar. Di mana hasil panen ini akan penuhi kebutuhan beras masyarakat Indonesia, ujarnya.